Seperti biasanya, dosen masuk kelas seenaknya dan keluarpun
seenaknya.
“tuh dosen yah, seenaknya aja. Dikira ini kampus punya nenek
moyangnya kali ya... udah telat masuk kelas, pulangin kita telat juga, dasar
dosen edan !!” celetuk seseorang dibangku belakang tempat aku duduk.
akupun hanya bisa sesekali melirik jam tangan manis
pemberian sandy saat sebulan hari jadi kita.
Beberapa menit kemudian handphone
si dosen edan berdering, sesaat kemudian setelah menerima telpon yang kayaknya
dari istrinya itu ia meminta maaf pada kami karena tak bisa melanjutkan kuliah
hari itu karena anaknya tiba-tiba masuk Rumah Sakit dan akhirnya beberapa suara
riuh kegiranganpun terdengar dari sebagian anak-anak yang sedari tadi dibuat
bete sama tingkah si dosen yang menandakan bahwa kuliah hari itupun berakhir.
“yippieee, akhirnya...” dalam hatiku senang
Sepulang kuliah aku menyempatkan diri singgah di toko roti
kesukaan sandy. Setelah memilih beberapa roti dan kue kesukaannya, aku segera
menuju ke kasir dan membayarnya. Kemudian tak lupa untuk membeli beberapa obat
yang harus diminumnya karena aku sendiri yakin kalau sandy ga akan minum obat
apapun kalau ga disuruh. Setelah merasa cukup lengkap, aku segera menuju ke
rumah kekasihku itu.
“siang...”sapaku
“siang sayang, ayo masuk. Tuh si sandy dari tadi katanya mau
nunggu dokter kesayangannya baru mau makan..” cerita mamanya sandy setelah
melihat kedatanganku.
(sambil tersenyum) “halah, udah besar juga masih manja aja
kalau sakit gini. Biar entar vilia suntik aja tante..” kataku sambil bercanda
“hahaha, iya disuntik aja tuh sandynya. Yaudah kamu masuk
aja yah, tante tinggal ke rumah omnya sandy gapapa yah?”
“ iya tante, gapapa. Entar sandynya aku jagain deh...”
“ yaudah, makasih ya sayang. Tante pergi dulu ya..” pamit
mamanya sandy mengakhiri obrolan kami.
“iya tante, hati-hati dijalan ya...”
Setelah melihat kepergian mamanya, aku kemudian beranjak
menuju kamar si anak, kekasihku sandy.
“ehem...”
sandy yang tadinya sedang main laptop diatas ranjangnyapun
kaget melihat kehadiranku dikamarnya lalu
segera menutup laptop dan pura-pura kembali berbaring.
“halah, ga usah bohong deh. Aku udah liat dari tadi aing
main laptop kok..”
“hehehe, iya switha. Bosen sih dikamar aja makanya online.
Jangan disuntik ya bu dokter...” katanya meledekku
“untung hari ini suntiknya ga dibawa, jadi bersyukur deh
aing...” balasku
“hehe, kalo gitu karna hari ini ga bawa suntik jadi
obatinnya nemenin aing seharian yah..” katanya sambil setengah memohon manja.
“iyah bos aing...” sambil mengacak-acak rambutnya. “aing,
kata mama aing belum makan yah? Kalau gitu makan dulu yah? Abis itu minum
obat..! “ perintahku
“ hadeh, gini deh resiko dijaga sama calon dokter.
Switha...(dengan nada manja) minum obatnya jangan banyak-banyak yah...”
pintanya memohon
“ga. Pokoknya obat yang aku bawa harus diminum semuanya.
Atau, dokternya pulang nih?? “
“eh...eh.. iya deh. Aku minum obatnya, switha jangan pulang
dulu...”
“yaudah aku ambil makannya dulu yah..”
Setelah menghabiskan setengah piring makanan yang aku
ambilkan dan meminum obat yang aku bawakan, kamipun memutuskan untuk
bernyanyi-nyayi berdua sambil bercerita banyak hal tentang apa yang terjadi
disekitar kita.
“ehm, nyanyi lagu apa yah.. lagu aku aja, aing duluan yang
nyanyi. Aku dengar aja dulu “ pintaku manja
“iya deh, ntar gantian switha yang nyanyi lagu aku yah..”
(kemudian mulai memainkan piano klasik pemberian ayahnya itu)
“Beautiful girl wherever you are, I knew when I saw you you
had opened the door, I knew that I'd love again after a long long while I'd
love again............” (melantunkan lagu dari christian bautista yang selalu
dinyanyikan untukku)
Aku sangat menikmati saat-saat seperti saat itu, rasanya
semua beban lepas dan membuat hatiku begitu tenang berada disampingnya. Sambil
terus memainkan piano dan menyanyikan lagu untukku serta tersenyum sesekali
melihat wajahku yang kusandarkan ke pundaknya.
“And I´m glad that it's you, Hmm beautiful girl..., nah
sekarang gilirang switha nyanyi buat aing.” (saking menikmati lagu yang ia
nyanyikan hingga membuatku tak sadar kalau giliranku untuk menyanyikan lagu untuknya)
“ahh, cepet banget.. hihi” (kataku dengan wajah pengen lagi)
“yaudah sekarang giliran aku..” lanjutku mengambil alih permainan piano saat
itu.
“Look into my eyes
you will see, What you mean to me, Search your heart search your soul, And when you find me there
you’ll search no more........” (melantunkan lagu dari Bryan Adams yang selalu
ku nyanyikan untuknya)
Kelihatannya iapun selalu menikmati saat-saat aku
menyanyikan lagu ini untuknya walau telah berulang-ulang kali. Seperti biasa,
ia selalu merangkulku dan memandang wajahku saat aku menyanyikan lagu ini
untuknya. Yah... mungkin hal-hal seperti ini terlalu sering bahkan biasa saja
kedengarannya namun kita berdua tak pernah bosan dan selalu ingin melakukan
hal-hal seperti ini dikala kita sedang bersama...