Halaman

Saranghaeyooo.....

Sabtu, 24 November 2012

" Saat itu, saat ini dan saat yang tepat "


Ini cerita tentang kita, tentang aku yang banyak menyimpan rasa dan kamu yang tak bisa ku tebak.
Semua bermula sejak beberapa bulan yang lalu, kalau coba diingat lagi rasanya manis yah. Tiap detail cerita tentang kita, bagaimana sampai akhirnya kita benar-benar berada dalam satu hati yang sama saat itu. Yah tepatnya saat itu, tak apalah akan ku coba mengingat lagi kisah manis itu.

Mungkin itu yang dibilang kebanyakan orang, tentang orang yang lagi “falling in love”. Yah, kita benar-benar merasakannya saat itu, mungkin lebih tepatnya AKU.

Buatmu “saat itu” mungkin hanya ada aku, mungkin aku orang pertama yang buat kamu seperti itu, dan mungkin juga sayang itu hanya milik kita berdua. Lalu bagaimana dengan saat ini? masih adakah perasaan seperti itu??

Bagaimana denganku “saat itu” ?
Mungkin aku hanya terlalu larut dalam rasa sayangku hingga akupun terlalu egois untuk menyikapi perasaan dan diriku sendiri. Yah semuanya karena sayangku. Entahlah apa yang terjadi padaku saat bertemu dan menjalin kisah denganmu. Aku pikir aku punya rasa sayang yang begitu tulus untukmu, hal itu sudah terlalu cukup untuk bisa memiilikimu, bersamamu dan menyayangimu. Ternyata aku salah. Aku melupakan sesuatu yang akhirnya baru ku sadari setelah kisah kita berujung tak seperti yang aku harapkan, mungkin juga tak seperti harapanmu.

Cinta itu cemburu...
Cinta yang buat kau terlihat sempurna dimataku walau tak ada manusia dibumi yang sempurna...
Cinta itu semangat hidup...
Cinta itu pengorbanan..
Cinta itu rela walau tak bisa direlakan..
Dan cinta tetap mencinta ketika pilihan itu tak ada padamu...

Dari “saat itu” sampai “saat ini” hatiku masih berada ditempat itu, diruang itu yang mungkin ingin kau tinggalkan. Akupun berharap dapat meninggalkan ruang itu ketika melihatmu benar-benar dapat meninggalkan ruang itu.Yah, “saat ini” aku memang benar-benar sendiri di ruang itu, dengan segala kisah manis kita. Aku banyak belajar dari setiap perasaan yang ku alami saat bersama dirimu, mungkin hal itu yang tak pernah kusadari saat bersama pria lain sebelum dirimu. Satu yang tak akan pernah terlupakan adalah caramu menyadarkanku arti cinta sesungguhnya saat cinta itu tak lagi sepenuhnya hanya untukku..
Aku harap kita akan bersatu di “saat yang tepat” nantinya...

Kamis, 25 Oktober 2012

Sesimpel ini rasa sayang itu....


Kadang hal kecil yang mungkin ga sengaja dilakukan oleh seorang cowo, dapat berarti besar buat cewe yang cukup beruntung diperlakukan seperti itu. Mungkin terdengar sedikit berlebihan bagi beberapa orang, tapi tidak bagi saya. Yah, saya adalah salah satu dari sederet cewe yang cukup tersentuh bila diperlakukan semanis itu *ehem* :D
 Mungkin hal-hal kecil seperti itu pula yang membuat saya mulai beralih dari rasa suka ke rasa sayang. Entahlah bagaimana denganmu, ..

Aku masih ingat saat pertama kamu melakukan hal yang membuatku ga bisa tidur semalaman, yah itu dia ketika saat kamu memegang kepalaku sebelum turun kelapangan futsal. Kedengarannya ga ada yang jadi somethin’ special gitu, tapi buat aku itu adalah the first  somethin’ which make me melting. Rasanya ga bisa diilustrasikan pake kata-kata deh..

Setelah kejadian pertama itu, beberapa hal kecil namun sungguh manis untuk selalu diingat adalah seperti saat kita sedang bercanda lewat sms atau bbm atau ketika saat kita diganggu beberapa kali dan hanya melontarkan senyum simpul masing-masih *ihhiii, co cieett* :’)
Saat dimana sebenarnya hal itu terjadi karena ledekan teman-teman, tapi sesungguhnya hal itu adalah hal termanis yang juga mewarnai beberapa diantaranya. Hal itu adalah ketika salah satu temanku menantangmu untuk memberikan suapan saat kita sedang makan dikantin, yah dan kau melakukannya. Entahlah saat itu seperti apa wajahku, *hahaha*

Satu hal kecil lagi saat kita sedang menghadiri acara ulang tahun teman kita, saat dimana kamu duduk disampingku menungguku menghabiskan makanan dan memberikan gelasmu untuk aku minum.

Sesimpel itulah rasa sayang yang ada padaku saat ini, entah bagaimana hal itu bisa terjadi. Namun aku cukup bahagia ada dibagian sejauh ini bersamamu. Bagiku, hanya satu yang ingin kau ketahui, cukup terus lakukan hal-hal simpel yang buat kita tetap merasa bahagia satu sama lain dan hanya kita yang tau betapa bahagianya itu.. ;')

Jumat, 21 September 2012

"Flashback" (*ahaiideeee)


Ini tentang aku, perasaanku dan kamu. aku masih suka ketawa sendiri kalau inget sama awal perasaanku sama kamu. Ya, bukan suka tapi lebih tepatnya Gaa suka sama sikapmu.

“ihh, tuh anak ngeselin banged yah. Ada gitu cowo kaya dia, dinginnya minta ampun dehh...”

Kalau ga salah aku pernah keluarin statment kaya gitu, dan sialnya statment itu benar-benar direkam oleh memory otak sahabat-sahabatku. Kenapa aku bisa segitu kesalnya? Jadi gini ceritanya, *flashback* aku punya satu orang sahabat diantara empat orang yang ehm, waktu itu sih dia suka ngelirik kamu (ngelirik doank, belom suka ya). Nah terus dianya suka nebeng sama kamu gitu, secara kalian searah pulangnya. Lama kelamaan kamu keliatannya ngeselin, ga tau kenapa. Mungkin karena sahabatku yang agak ngeselin juga yah, hihi *peace*. Tapi yang jelas saat itu, entah kapan tepatnya aku benar-benar jengkel sama kamu lalu akhirnya aku ngelarang sahabat aku buat deket sama kamu lagi (#modus, haha yang ini ga benar).

Seiring berjalannya waktu, akhirnya hari itu tiba. Entah kenapa rasanya seperti cupid baru melepaskan panahnya kearahku *cciiiieee ..
Tau ga apa yang terjadi setelah itu? Ga enak banged nahan hati, sementara sahabatku masih aja ngelirik kamu. Yang ada adalah DIAM. Tenang banged aku saat sahabatku ngelirik kamu *belom katauan sih..

Setelah itu akhirnya semua terbongkar ketika kejadian “Someone Like You” haha, sumpah kejadian itu memalukan. Untungnya waktu itu sahabatku udah punya lirikan baru, yah tak apalah.
Kejadian itu berlanjut hingga sekarang. Mungkin bisa dibilang kita lagi dekat *cieee..
Lalu cerita selanjutnya (to be continue).....

“You've been on my mind
I grow fonder every day
Lose myself in time
Just thinking of your face

God only knows
Why it's taken me so long
To let my doubts go
You're the only one that I want

I don't know why I'm scared
I've been here before
Every feeling, every word
I've imagined it all
You'll never know, if you never try
To forgive your past, and simply be mine

I dare you to let me be, your
Your one and only
Promise I'm worth it
To hold in your arms
So come on
And give me a chance
To prove I am the one who can
Walk that mile
Until the end starts

If I've been on your mind
You hang on every word I say
Lose yourself in time
At the mention of my name

Will I ever know
How it feels to hold you close
And have you tell me
Whichever road I choose you'll go.... “

Jumat, 31 Agustus 2012

Aku menunggumu diruang ini sekarang !!


Ini yang dinamakan hidup. Selalu berjalan mengikuti waktu kedepan, dan inilah aku yang terus berjalan namun tak pernah lupa untuk menyempatkan waktu berbalik masuk dalam ruang yang tak pernah bisa aku lepaskan seutuhnya. Ya, ruang itu adalah ruang impianku yang mungkin sudah terlalu indah untuk sekedar menjadi sebuah impian.

Kali ini aku telah berusaha sekeras mungkin untuk lari menjauh dari ruang itu, namun selalu tak dapat terelakan dan kembali berbalik masuk dalam ruang itu (ah, aku akan mulai bekutat dengan rasa rindu itu lagi).

Kamu, apa kamu masih ingat setelah lama tak ku kunjungi? Apa ruang itu masih seindah dan senyaman waktu diawal kita sering berada disana? Atau apakah ruang itu kini telah kosong dan hanya aku yang ingat untuk menyempatkan berada diruang itu??
Sepertinya ini adalah yang keempat kalinya aku mengunjungi ruang itu dan kali ini aku benar-benar tak bisa merasakan kehadiranmu diruang itu. Ini yang pertama kalinya aku merasa sangat benar-benar merindukanmu dan terasa jauh darimu. (apa kamu masih menyadarinya?? )

Aku masih ingat terakhir kali kita bercerita di ruang itu dan aku yang merusak suasana kita ketika seseorang datang padaku. Mungkin saat itu aku hanya sedikit lelah, tapi apakah kamu tahu bagaimana perasaanku saat itu? Rasanya Seperti merusak istana pasir yang kubuat susah payah dengan bantuanmu.

Apakah aku benar-benar merusak suasana diruang itu? Apa benar istana itu runtuh hingga tak tersisa sedikitpun? Sungguh aku hanya lelah saat itu. Aku benar-benar minta maaf atas kesalahanku itu. Bisakah kita mulai memperbaiki suasana diruang itu dan membuat istana pasir yang baru?? (aku benar-benar ingin mengatakannya..)

Bisakah aku memintamu untuk 5 menit ada diruang itu? Aku hanya ingin mengatakan aku benar-benar merindukanmu kali ini, menyanyakan kabarmu, meminta maaf dan memperbaiki kesalahanku. Bisakah ? apa kamu benar-benar tak ingin menemuiku diruang itu lagi?? (aku mohon jangan :’(  )

Kamu, aku akan tetap disini. Diruang ini menunggumu memaafkanku dan memperbaikinya.....

Rabu, 27 Juni 2012

" De Javu " (Oh no !!)


Masa sih? Bagaimana mungkin jadinya seperti ini? Entahlah. Sejak kapan aku menemukan dirinya dalam dirimu? Apa mungkin Tuhan ga tega sama aku makanya ngirim pengganti dirinya dalam dirimu? Atau mungkin aku yang tak pernah bisa lepas dari bayang-bayangnya? Entahlah, akupun masih betah berputar dalam area itu, area yang belum aku temukan jawaban pastinya.

Yang aku ingat, hal itu mulai terasa saat mendengar suaramu kemudian seiring berjalannya waktu kamu terlihat semakin mengesankan. Oh no, help me. Oh ya mungkin aku melupakan beberapa cerita pendek yang rasanya seperti “de javu”. 
Ketika pertama kamu memperhatikanku, yah that’s right? Mungkin juga tidak. Tapi bagian itu mirip dengan cerita di masa laluku. 
Mungkin cerita lainnya ketika kita mulai dekat melalui pesan-pesan singkat yang menghiasi awal kisah ini, tell me that’s true? Yeah. Bagian itupun mirip dengan cerita di masa laluku.

Aku disini, saat ini melihatmu dari jarak mungkin 4 atau 5 meterlah. Bukan melihat bola itu dan para pemainnya yang sedang asik beradu bola, tapi aku sendiri sedang asik memandangmu. Oh no, I can’t. Tell me how I can feel that. Rasanya seperti sedang mendengarkan lagunya adelle yang someone like you..
“ Nevermind, I’ll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don’t forget me, I beg, I remember you said
"Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead ”

Mungkin lebih tepatnya saat ini, saat melihatmu berlaga dilapangan itu lagunya yang “Angel brought me here” nya Guy sebastian (Ahh, beautiful)
“ My dreams came true, when I found you
I found you, my miracle...

If you could see, what I see, that you're the answer to my prayers
And If you could feel, the tenderness I feel
You would know, it would be clear, that angels brought me here...

Standing here before you, feels like I've been born again
Every breath is your love, every heartbeat speaks your name... “

Rasanya benar-benar menemukanmu seperti lagu itu “ I found you, my miracle.. “ ah tidak-tidak. Tak mungkin ini terjadi padaku, sadarkan aku. Aku sudah berjanji untuk tak merasakan itu disini, ditempat ini.

Selasa, 19 Juni 2012

" I know I fault, I'm sorry for my love " (I can't)


Butuh banyak pemikiran untuk dapat mengatakan hal itu..
Sebelumnya tak pernah terpikirkan sekalipun akan terjadi sedemikian rupa padaku.
Yah, mungkin ini pelajaran buat buku hidupku. Bagaimana rasanya berdiam diri setahun dalam perasaan sendiri.

Mungkin kamu ga tau dan merasakan apa yang aku rasakan. Setahun lebih aku berada dalam perasaan ini, setahun lebih aku bergulat dengan hatiku sendiri, setahun lebih pula aku berusaha meyakinkanmu mungkin, dengan perasaan yang kumiliki.

Mungkin biasa saja bagimu, namun ini hal gila yang pernah terjadi dalam lembaran kisah hidupku. Bagaimana mungkin aku bisa benar-benar tulus dan sabar berada dalam perasaan itu setahun lebih? Penjelasan yang tak pernah aku sendiri dapatkan semenjak setengah tahun perasaan itu bersembunyi dibalik hatiku.

Tahukah kamu bahwa selama itu, tak ada yang mampu membuka hatiku sedikitpun seperti caramu membuka lebar hatiku untuk menyimpan perasaan itu untukmu..

Seseorang pernah sempat mencoba paksa membuka hatiku namun nyatanya perasaan untukmu itu sungguh sangat besar dibalik hati ini yang mungkin membuat ia akhirnya harus meninggalkanku, mungkin itulah jawaban Tuhan karena aku mencoba melupakanmu dengan hal yang salah.
Tak banyak orang tau mengapa aku begitu terluka saat itu, akupun sendiri bingung dengan luka yang ku alami. Bukan karena dia yg meninggalkanku namun karena merasa bersalah mencoba melupakanmu yang tak mungkin pernah bisa kulakukan.

Setelah selama itu aku diam dalam perasaan yang kumiliki, akhirnya aku memberanikan diri untuk berbagi hal itu padamu. Tahukah kamu bahwa untuk sekedar share hal itu membutuhkan setahun lebih dan segala perasaan yang bercampur aduk serta beberapa tetesan dipelipis mataku?

Mungkin kau tak perlu tahu hal itu agar semua akan terlihat tak menyakitkan bagiku kalau-kalau hal yang kutakutkan terjadi...

Jawaban itu yang kutunggu selama setahun terakhir ini, dan akhirnya aku menemukannya disaat ini. Rasanya sungguh bahagia menemukan jawaban itu. Namun jawaban itu seakan kau menutup erat pintu hatiku yang tadinya terbuka lebar untukmu. Kini perasaan itu berada dibalik pintu hati itu yang kau tutup sendiri, tersimpan dan terkunci rapat setelah semuanya terungkap.

I know I can’t but I’m still loving you and it’s my mistake.

Rabu, 04 April 2012

Part IV ( Everything I do it for you )


Seperti biasanya, dosen masuk kelas seenaknya dan keluarpun seenaknya.
“tuh dosen yah, seenaknya aja. Dikira ini kampus punya nenek moyangnya kali ya... udah telat masuk kelas, pulangin kita telat juga, dasar dosen edan !!” celetuk seseorang dibangku belakang tempat aku duduk.
akupun hanya bisa sesekali melirik jam tangan manis pemberian sandy saat sebulan hari jadi kita. 
Beberapa menit kemudian handphone si dosen edan berdering, sesaat kemudian setelah menerima telpon yang kayaknya dari istrinya itu ia meminta maaf pada kami karena tak bisa melanjutkan kuliah hari itu karena anaknya tiba-tiba masuk Rumah Sakit dan akhirnya beberapa suara riuh kegiranganpun terdengar dari sebagian anak-anak yang sedari tadi dibuat bete sama tingkah si dosen yang menandakan bahwa kuliah hari itupun berakhir.

“yippieee, akhirnya...” dalam hatiku senang

Sepulang kuliah aku menyempatkan diri singgah di toko roti kesukaan sandy. Setelah memilih beberapa roti dan kue kesukaannya, aku segera menuju ke kasir dan membayarnya. Kemudian tak lupa untuk membeli beberapa obat yang harus diminumnya karena aku sendiri yakin kalau sandy ga akan minum obat apapun kalau ga disuruh. Setelah merasa cukup lengkap, aku segera menuju ke rumah kekasihku itu.

“siang...”sapaku
“siang sayang, ayo masuk. Tuh si sandy dari tadi katanya mau nunggu dokter kesayangannya baru mau makan..” cerita mamanya sandy setelah melihat kedatanganku.
(sambil tersenyum) “halah, udah besar juga masih manja aja kalau sakit gini. Biar entar vilia suntik aja tante..” kataku sambil bercanda
“hahaha, iya disuntik aja tuh sandynya. Yaudah kamu masuk aja yah, tante tinggal ke rumah omnya sandy gapapa yah?”
“ iya tante, gapapa. Entar sandynya aku jagain deh...”
“ yaudah, makasih ya sayang. Tante pergi dulu ya..” pamit mamanya sandy mengakhiri obrolan kami.
“iya tante, hati-hati dijalan ya...”

Setelah melihat kepergian mamanya, aku kemudian beranjak menuju kamar si anak, kekasihku sandy.

“ehem...”
sandy yang tadinya sedang main laptop diatas ranjangnyapun kaget melihat kehadiranku dikamarnya  lalu segera menutup laptop dan pura-pura kembali berbaring.
“halah, ga usah bohong deh. Aku udah liat dari tadi aing main laptop kok..” 
“hehehe, iya switha. Bosen sih dikamar aja makanya online. Jangan disuntik ya bu dokter...” katanya meledekku
“untung hari ini suntiknya ga dibawa, jadi bersyukur deh aing...” balasku
“hehe, kalo gitu karna hari ini ga bawa suntik jadi obatinnya nemenin aing seharian yah..” katanya sambil setengah memohon manja.
“iyah bos aing...” sambil mengacak-acak rambutnya. “aing, kata mama aing belum makan yah? Kalau gitu makan dulu yah? Abis itu minum obat..! “ perintahku
“ hadeh, gini deh resiko dijaga sama calon dokter. Switha...(dengan nada manja) minum obatnya jangan banyak-banyak yah...” pintanya memohon
“ga. Pokoknya obat yang aku bawa harus diminum semuanya. Atau, dokternya pulang nih?? “
“eh...eh.. iya deh. Aku minum obatnya, switha jangan pulang dulu...”
“yaudah aku ambil makannya dulu yah..”

Setelah menghabiskan setengah piring makanan yang aku ambilkan dan meminum obat yang aku bawakan, kamipun memutuskan untuk bernyanyi-nyayi berdua sambil bercerita banyak hal tentang apa yang terjadi disekitar kita.

“ehm, nyanyi lagu apa yah.. lagu aku aja, aing duluan yang nyanyi. Aku dengar aja dulu “ pintaku manja
“iya deh, ntar gantian switha yang nyanyi lagu aku yah..” (kemudian mulai memainkan piano klasik pemberian ayahnya itu)
“Beautiful girl wherever you are, I knew when I saw you you had opened the door, I knew that I'd love again after a long long while I'd love again............” (melantunkan lagu dari christian bautista yang selalu dinyanyikan untukku)
Aku sangat menikmati saat-saat seperti saat itu, rasanya semua beban lepas dan membuat hatiku begitu tenang berada disampingnya. Sambil terus memainkan piano dan menyanyikan lagu untukku serta tersenyum sesekali melihat wajahku yang kusandarkan ke pundaknya.
“And I´m glad that it's you, Hmm beautiful girl..., nah sekarang gilirang switha nyanyi buat aing.” (saking menikmati lagu yang ia nyanyikan hingga membuatku tak sadar kalau giliranku untuk menyanyikan lagu untuknya)
“ahh, cepet banget.. hihi” (kataku dengan wajah pengen lagi) “yaudah sekarang giliran aku..” lanjutku mengambil alih permainan piano saat itu.
“Look into my eyes  you will see, What you mean to me, Search your heart  search your soul, And when you find me there you’ll search no more........” (melantunkan lagu dari Bryan Adams yang selalu ku nyanyikan untuknya)

Kelihatannya iapun selalu menikmati saat-saat aku menyanyikan lagu ini untuknya walau telah berulang-ulang kali. Seperti biasa, ia selalu merangkulku dan memandang wajahku saat aku menyanyikan lagu ini untuknya. Yah... mungkin hal-hal seperti ini terlalu sering bahkan biasa saja kedengarannya namun kita berdua tak pernah bosan dan selalu ingin melakukan hal-hal seperti ini dikala kita sedang bersama...