Halaman

Saranghaeyooo.....

Selasa, 03 April 2012

Part II ( Kamu, jalanku..)


Sejak saat itu aku mulai memberanikan diri untuk move on tanpamu walaupun rasanya seperti sedang memanjat gunung tertinggi di dunia. Seperti biasa, aku memulainya dengan tidak menjalin komunikasi lagi denganmu. Saat memikirkan hal itu rasanya 2 kali lipat lebih berat dari berat badanku saat ini. Yah..hal itu memang tak pernah mudah sekalipun baru terpikirkan dan nyatanya memang lebih berat dari yang terpikirkan.
Apa kamu tahu bagaimana beratnya perasaanku menahan keinginan untuk tidak menghubungimu walau hanya sekedar say halo atau menyanyakan kabarmu saat itu? Sangat BERAT !!

Rasanya tidurku tak nyenyak, yang ada dipikiranku hanyalah apakah kamu benar-benar akan melupakanku dika? Apa kita akan benar-benar berakhir seperti ini? Apa kamu benar-benar ga pernah menyayangiku dika? Atau memang aku yang terlalu banyak berharap padamu? Pada harapan kosong yang aku sendiri tak ingin merasakannya dulu? Apa memang begitu?

Tak terasa sebulan berlalu tanpa kabarmu dan aku terus memaksakan diri untuk membiasakan diri tanpa kabarmu. Setelah saat-saat itu aku belajar bahwa ketika aku mulai berhenti mengikuti langkahmu, itulah saatnya Tuhan ingin aku berjalan dijalanku sendiri. Mungkin hal paling tersulit untuk seorang anak bayi adalah membalikan tubuhnya ketika ia terjebak oleh ulahnya sendiri, dan hal itupun dirasakan oleh ku saat harus berjalan berbalik arah menuju jalanku sendiri.

Saat itu aku bertemu dengan seseorang dijalan yang sama dengan arah jalanku. Yah, dialah kak sandy. Awalnya dia seperti bayangan dika yang mengikutiku ke arah jalanku, namun ternyata aku salah. Dia bukan dika atau bayangan dika yang tak sengaja berada searah dengan jalanku, tapi dialah arah tujuanku yang benar.

S : (memelukku) aku sayang kamu
V : kk? kenapa sih? (rasanya seluruh aliran darahku berhenti mengalir saat itu)
S : (menatapku dalam) aku sayang kamu” dengan nada sedikit lambat
V : (tak sadar, mataku berkaca saat menatapnya lalu tiba-tiba kembali memeluknya) ini jawabanku, Kaka bisa rasain kan?

Malam itu rasanya pelukanmu menjadi begitu hangat hingga aku sendiri tak menyadaribahwa terlalu lama kita ada ditempat itu dengan hanya beberapa kalimat yang terlalu banyak memberi makna indah bagi awal hubungan kita. Dalam hati aku sempat berdoa saat dipelukmu, “sekarang jangan biarkan aku jalan pada arah yang salah yah? Aku ga mau tersesat untuk kesekian kalinya, hanya satu yang aku minta jangan pernah lepaskan genggaman tanganmu dari tanganku yah kak...
aku juga sayang kaka....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar