Hari itu hujan turun begitu derasnya, mungkin saat itu dewi
hujan sedang putus cinta hingga derasnya hujan begitu menyeramkan tak seperti
biasanya, hehe..
Sayangnya hujan turun pada waktu yang kurang tepat, saat kau
berada dirumahku.
“wah, hujannya deras banget. Aing gimana pulangnya donk?”
(dengan penuh kecemasan)
“halah, bentar juga paling udah reda hujannya” (dengan
tenang)
Satu jam berlalu..
“aing, hujannya ga berhenti-berhenti tuh.. gimana kamu pulangnya? (semakin cemas)
“My switha, ga ada masalah kalau Cuma hujan doank. Kamu tenang
aja, aingmu ini ga akan sakit Cuma gara-gara hujan malam ini. Oke switha??”
(sambil mengeluarkan jurus paling ampuh, wajah sok imut)
“hmm, ya udah ga usah pake muka sok imut gitu... “ (nyerah
gara-gara jurusnya yang satu ini)
“baru nyadar kalau aing imut? ” (sambil berusaha mengalihkan
perhatianku untuk melihat kembali wajahnya yang selalu berhasil membuatku luluh
begitu saja)
“aing ahh...”(sambil mencoba mengalihkan wajahnya dari
perhatianku dengan sedikit malu)
“ciee, malu yah..??? (tiba-tiba mendekapku ke samping
tubuhnya)
“apa sih aing, kaya anak abg aja..” (walau sedikit merasa
lucu melihat tingkahnya namun aku sangat menikmatinya)
(masih mendekapku) “aing, mending aing balik sekarang deh
ntar hujannya malah tambah deras lagi...” kataku ketika tersadar bahwa diluar
sedang hujan deras dan kekasihku ini belum pulang ke rumahnya.
“lima menit lagi, switha..” (kali ini ia mendekapku sambil
meletakkan kepalanya dipundakku)
“satu..dua..tiga..empat..lima.., oke time is out dan
silahkan pulang tuan sandy yang ganteng” (sambil tersenyum lebar)
“ahh, switha curang. Ya udah aku balik aja deh.” (lalu
melepas dekapannya dan beranjak pulang)
“ hati-hati yah aing, jangan ngebut-ngebut bawa motornya,
sampai dirumah langsung ganti baju terus jangan lupa minum yang hangat-hangat
biar ga masuk angin, kalau udah beres semua telpon aku yah ...” (dengan nada
manja)
“iyah tuan putriku yang manis....” (sambil sedikit mengacak-acak rambutku)
Keesokan harinya saat bangun dari tidurku, lima panggilan tak terjawab
dan beberapa sms dari sandy :
# switha, aku udah nyampe rumah, udah ganti pakaian, udah
minum teh hangat pula. Kamu lagi ngapain?
# switha kamu udah bobo ya??
# switha aku ga bisa jemput kamu hari ini yah? Aku ga enak
badan, mungkin flu. Kamu gapapa kan sendiri?
“astaga, pantesan ga nyadar ada telpon dari aing. BB dari
malam di silent kok, halah..” (pikirku lalu segera menelpon sandy)
“halo..”(dengan nada yang tak seperti biasanya)
“halo, aing semalam Bbku silent jadi ga nyadar kalau aing
nelpon. Aing gapapa? Aing sakit? (seperti biasa dengan nada cemas)
“aing gapapa switha, aing Cuma perlu istirahat. Switha gapapakan
ga dijemput?” (masih saja memikirkanku)
“aing, sekarang itu bukan waktunya mengkhawatirkan aku. Sekarang
yang perlu dicemaskan itu aing. Pokoknya sekarang aing istirahat, ntar pulang
kuliah aku kerumah.” (kaya mama-mama yang lagi marahin anaknya, haha)
“iya buu, perintahnya siap dilaksanakan. Ibu hati-hati
dijalan yah? Yang rajin belajarnya” (sempat-sempatnya ledekin aku)
“iya mas, perintahnya beneran dilaksanakan yah. Ketahuan bohong
awas loh...” balasku.
“siap boss, kiss bye donk aing kan lagi sakit..” (dengan
nada memelas)
“alasan aja, emang kalau sakit trus kenapa? Entar aku bawain
suntik deh biar langsung sembuh” (sambil ketawa dalam hati)
“ahh, gitu yah.. gini nih punya pacar mahasiswi kedokteran,
mainnya sama suntikan mulu. Curang ahh...”
“hahaha, siapa suruh mau sama mahasiswi kedokteran?”
(ledekku)
“abis mahasiswinya manis sih...” (mulai rayuan maut)
“aduh, udah deh mulai kan... ingat lagi sakit, istirahat
sana “ (perintahku)
“hehe, iya my switha...”
Setelah mengakhiri perbincangan singkat kita, aku
menyempatkan diri untuk berdoa pagi. Rasanya aku harus bersyukur karena Tuhan
begitu baik dalam tiap detik waktu dihidupku, termasuk menganugerahkan kau
untuk hidupku saat ini. Setelah itu aku tersenyum dan mulai menjalankan
aktivitas pertama dihariku saat itu...
hay dek... nice posting :)
BalasHapusMaacieh kk senior.. hihi :D
Hapusmasih harus banyak belajar dari senior* :D