Ini cerita tentang kita, tentang aku yang banyak menyimpan
rasa dan kamu yang tak bisa ku tebak.
Semua bermula sejak beberapa bulan yang lalu, kalau coba
diingat lagi rasanya manis yah. Tiap detail cerita tentang kita, bagaimana sampai
akhirnya kita benar-benar berada dalam satu hati yang sama saat itu. Yah tepatnya
saat itu, tak apalah akan ku coba mengingat lagi kisah manis itu.
Mungkin itu yang dibilang kebanyakan orang, tentang orang
yang lagi “falling in love”. Yah, kita benar-benar merasakannya saat itu,
mungkin lebih tepatnya AKU.
Buatmu “saat itu” mungkin hanya ada aku, mungkin aku orang
pertama yang buat kamu seperti itu, dan mungkin juga sayang itu hanya milik
kita berdua. Lalu bagaimana dengan saat ini? masih adakah perasaan seperti itu??
Bagaimana denganku “saat itu” ?
Mungkin aku hanya terlalu larut dalam rasa sayangku hingga
akupun terlalu egois untuk menyikapi perasaan dan diriku sendiri. Yah semuanya
karena sayangku. Entahlah apa yang terjadi padaku saat bertemu dan menjalin
kisah denganmu. Aku pikir aku punya rasa sayang yang begitu tulus untukmu, hal
itu sudah terlalu cukup untuk bisa memiilikimu, bersamamu dan menyayangimu. Ternyata
aku salah. Aku melupakan sesuatu yang akhirnya baru ku sadari setelah kisah
kita berujung tak seperti yang aku harapkan, mungkin juga tak seperti
harapanmu.
Cinta itu cemburu...
Cinta yang buat kau terlihat sempurna dimataku walau tak ada
manusia dibumi yang sempurna...
Cinta itu semangat hidup...
Cinta itu pengorbanan..
Cinta itu rela walau tak bisa direlakan..
Dan cinta tetap mencinta ketika pilihan itu tak ada
padamu...
Dari “saat itu” sampai “saat ini” hatiku masih berada
ditempat itu, diruang itu yang mungkin ingin kau tinggalkan. Akupun berharap dapat meninggalkan ruang itu ketika melihatmu benar-benar dapat meninggalkan ruang itu.Yah, “saat ini” aku
memang benar-benar sendiri di ruang itu, dengan segala kisah manis kita. Aku banyak
belajar dari setiap perasaan yang ku alami saat bersama dirimu, mungkin hal itu
yang tak pernah kusadari saat bersama pria lain sebelum dirimu. Satu yang tak
akan pernah terlupakan adalah caramu menyadarkanku arti cinta sesungguhnya saat
cinta itu tak lagi sepenuhnya hanya untukku..
Aku harap kita akan bersatu di “saat yang tepat” nantinya...